28 Tahun 2025

28 Tahun 2025

Regulasi Peraturan OJK — Level 3

Penerapan Manajemen Risiko bagi Perusahaan Perasuransian, Lembaga Penjamin, dan Dana Pensiun

28 Tahun 2025

Tahun

2026

Dokumen

2

Informasi Regulasi

Nomor Regulasi
28 Tahun 2025
Tahun
2026
Jenis Regulasi
Peraturan OJK Level 3
Category
PPDP (Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun)
Terakhir Diperbarui
1 day ago
Dibuat
14 August 2026
Tanggal DiTetapkan
10 November 2025
Tanggal DiUndangkan
24 November 2025
Tanggal Berlaku
01 January 2026

Sub Category

Asuransi Dana Pensiun

Peraturan Terkait

Regulasi yang saling berkaitan

0 item

Peraturan Terkait (hasil ekstraksi)

Nama / Nomor Tahun Hubungan

Undang-Undang tentang Perasuransian

Nomor: 40

2014 diubah

Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan

Nomor: 4

2023 diubah

Undang-Undang tentang Otoritas Jasa Keuangan

Nomor: 21

2011 diubah

Undang-Undang tentang Penjaminan

Nomor: 1

2016 diubah

Peraturan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku

Regulasi yang dicabut oleh regulasi ini

0 item

Belum ada peraturan dicabut.

Dokumen Tambahan

Dokumen pendukung untuk regulasi ini

2 file

Short Review

Hasil generate AI dengan prompt "Short Review" untuk regulasi ini.

Short Review

28 Aug 2026 04:08

Short Review of POJK No. 28/2025 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 28 Tahun 2025 mengatur penerapan manajemen risiko bagi perusahaan perasuransian, lembaga penjamin, dan dana pensiun di Indonesia. Regulasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa lembaga-lembaga tersebut dapat mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang mungkin timbul dari kegiatan usaha mereka. Dengan adanya peraturan ini, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan sektor jasa keuangan nonbank, terutama dalam menghadapi tantangan dan risiko yang semakin kompleks. Poin-Poin Utama 1. Definisi dan Ruang Lingkup: - PPDP mencakup perusahaan perasuransian, lembaga penjamin, dan dana pensiun. - Risiko didefinisikan sebagai potensi kerugian yang dapat dikendalikan atau tidak. 2. Penerapan Manajemen Risiko: - PPDP wajib menerapkan manajemen risiko secara efektif dengan pengawasan aktif dari Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah. - Kebijakan dan prosedur manajemen risiko harus mencakup identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko. 3. Kewajiban Laporan: - PPDP harus melakukan penilaian sendiri profil risiko secara tahunan dan melaporkannya kepada OJK. - Laporan profil risiko harus disampaikan paling lambat tanggal 15 Februari tahun berikutnya. 4. Sanksi Administratif: - Pelanggaran terhadap ketentuan dapat dikenakan sanksi administratif, termasuk peringatan tertulis, pembatasan kegiatan usaha, atau pembekuan kegiatan usaha. 5. Pengawasan dan Evaluasi: - Direksi dan Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk mengevaluasi dan menyetujui kebijakan manajemen risiko secara berkala. Larangan 1. Larangan Kegiatan Usaha: - PPDP dilarang menugaskan atau menyetujui pihak terkait untuk melaksanakan kegiatan yang bukan merupakan kegiatan usaha PPDP dengan menggunakan sarana atau fasilitas PPDP. 2. Pelanggaran Prosedur: - Pelanggaran terhadap prosedur manajemen risiko yang ditetapkan dapat mengakibatkan sanksi administratif. Tindakan yang Harus Dilakukan 1. Penerapan Manajemen Risiko: - PPDP harus menyusun dan menerapkan kebijakan manajemen risiko yang mencakup semua jenis risiko yang dihadapi. 2. Pelaporan dan Evaluasi: - Melakukan penilaian risiko secara berkala dan menyampaikan laporan kepada OJK sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. Pendidikan dan Pelatihan: - Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam manajemen risiko melalui program pendidikan dan pelatihan. Laporan-Laporan Terkait 1. Laporan Profil Risiko: - PPDP wajib menyampaikan laporan profil risiko tahunan kepada OJK. 2. Laporan Penilaian Sendiri: - Penilaian sendiri profil risiko harus mendapatkan persetujuan Direksi dan disampaikan kepada Dewan Komisaris. 3. Laporan Kegiatan Manajemen Risiko: - Laporan berkala mengenai pelaksanaan manajemen risiko harus disampaikan kepada Direksi. Regulasi Acuan yang Berlaku - Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. - Undang-Undang No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian. - Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. - POJK No. 44/POJK.05/2020 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Lembaga Jasa Keuangan Nonbank (yang dicabut dan digantikan oleh POJK No. 28/2025). Dengan demikian, POJK No. 28 Tahun 2025 menjadi pedoman penting bagi perusahaan perasuransian, lembaga penjamin, dan dana pensiun dalam mengelola risiko dan memastikan keberlanjutan operasional mereka.

Tanya Kak Vesta

Asisten AI InvestaLaw — bisa membaca teks regulasi & dokumen tambahan.

Belum ada percakapan.

Tanyakan hal-hal seputar regulasi atau isi dokumen ini.

Contoh: Ringkas pasal yang mengatur keterbukaan informasi.